Ayah Bunda, kata-kata bukan sekadar bunyi; ia adalah cetak biru mental anak kita. Sebagai praktisi pengoptimalan anak, saya menyadari bahwa kata "sulit" seringkali menjadi penghambat otomatis bagi otak sebelum tubuh sempat mencoba.
<tldr> Ringkasan: Mengganti kata "sulit" menjadi "menantang" adalah langkah awal membangun optimisme. Di keluarga kami, Afina (anak saya) menjadi "auditor" yang mengingatkan jika saya terpeleset mengucapkan kata terlarang tersebut. </tldr>
Anda: "Hanya satu kata, masa efeknya sampai sebegitu besarnya, Pak?"
Saya: "Benar. Karena setiap kali kita bilang 'sulit', otak memberikan sinyal berhenti. Namun, saat saya menggantinya menjadi 'menantang', suasananya berubah menjadi seru. Afina bahkan sering membisiki saya saat saya sedang mengisi training, 'Ayah, pakai kata menantang...'"
Menginstalasi prinsip ini membutuhkan momentum. Jangan lakukan saat anak sedang tantrum, tapi masukkanlah lewat dongeng sebelum tidur atau saat mereka sedang dalam kondisi good mood. Jadikan ini sebuah permainan keluarga yang menyenangkan.