Aybun, Berpikir Kritis Bukan Berarti Membantah! Ini Pengertian Aslinya Pada Anak.

Banyak orang tua merasa terancam ketika anak mulai bertanya "Kenapa?" atau menyanggah pendapat orang dewasa. Dalam pola asuh tradisional, anak yang baik adalah anak yang patuh tanpa tapi. Namun, dalam kacamata Childhood Optimizer, kepatuhan buta adalah tanda matinya mesin berpikir anak.

<tldr> Ringkasan: Berpikir kritis pada anak adalah kemampuan memproses informasi secara aktif, bukan sekadar menerima mentah-mentah apa yang dilihat atau didengar. Ini adalah kemampuan otak untuk membandingkan informasi yang masuk dengan standar atau nilai yang sudah ia pahami sebelumnya. </tldr>

Anda: "Jadi, kalau anak saya kritis, dia tidak akan langsung percaya begitu saja pada apa yang saya katakan?"

Saya: "Tepat sekali. Berpikir kritis adalah fungsi filter mental. Anak tidak sekadar menjadi 'wadah kosong' yang diisi air, tapi ia menjadi 'penyaring' yang memastikan air tersebut layak diminum. Ia mulai bisa membedakan mana fakta, mana opini, dan mana tindakan yang sesuai atau tidak sesuai aturan."

Berpikir kritis adalah jembatan antara persepsi (apa yang ditangkap indera) dan evaluasi (apa yang diputuskan oleh akal). Ketika anak melihat sesuatu yang janggal—seperti contoh Afina melihat ayahnya meludah sembarangan—otaknya mendeteksi adanya error dalam sistem nilai yang ia pelajari. Kemampuan mendeteksi error inilah inti dari berpikir kritis.