Hormon Kemenangan vs Hormon Menyerah

Pernahkah Ayah Bunda merasa lemas hanya karena melihat tumpukan cucian? Itulah efek kata-kata pada hormon kita. Begitu juga yang terjadi pada anak-anak kita.

<tldr> Ringkasan: Kata "sulit" memicu hormon yang membuat kita merasa kalah sebelum berperang. Sebaliknya, kata "menantang" memicu adrenalin untuk mencari solusi dan meraih kemenangan. </tldr>

Anda: "Jadi, ini soal biologis juga, bukan cuma motivasi?"

Saya: "Tepat sekali. Ketika kita memvonis sesuatu itu 'sulit', mindset kita akan menularkan sinyal pada hormon untuk menyerah, lemah, dan menutup peluang. Kita kalah sebelum mencoba."

<rantlet> Lucu ya, kita ingin anak punya daya juang tinggi, tapi kita sendiri sering mengeluh 'aduh susah banget sih ini' di depan mereka. Secara tidak sadar, kita sedang mengajari mereka cara menyerah yang 'estetik'. </rantlet>

Sebaliknya, saat kita berkata "Wah, ini menantang ya!", adrenalin akan terpompa. Tubuh terpicu untuk mencari ide baru dan jalan keluar. Hormon pendukung optimisme akan bekerja secara alamiah untuk meraih kemenangan. Inilah yang saya tanamkan pada Afina: tidak ada yang mustahil selama kita mau berusaha.