Panggilan "Bos" sering dianggap keren, padahal ini adalah jebakan otoritas yang terbalik antara orang tua dan anak.
<tldr> Ringkasan: Memanggil anak "Bos" menciptakan hubungan Master-Slave (Tuan-Budak), di mana orang tua kehilangan wibawa untuk mengarahkan karakter anak. </tldr>
<rantlet> Lucu melihat orang tua yang ketakutan saat anaknya tantrum, lalu membujuk dengan kata "Iya Bos, ampun Bos." Anda sedang menyerahkan kemudi kapal kepada balita yang belum tahu arah jalan pulang! </rantlet>
Anda: "Bukannya itu menunjukkan kita menghargai anak?" Saya: "Menghargai bukan berarti menghamba. Anak butuh pemimpin (orang tua), bukan pelayan yang bisa disuruh-suruh."