Panggilan Adek dan Rapuhnya Fondasi Diri

Panggilan Adek dan Rapuhnya Fondasi Diri

Sebagai praktisi pengoptimalan anak, saya sering melihat anak berbakat yang "macet" karena konsep dirinya lemah. Masalahnya sepele: ia terlalu sering dipanggil "Adek".

<tldr> Ringkasan: Panggilan "Adek" secara internal memposisikan anak sebagai sosok terkecil dan terlemah di keluarga, yang memicu mentalitas manja dan ketergantungan. </tldr>

Anda: "Mengapa panggilan sayang bisa merusak?" Saya: "Karena otak anak menyerap label sebagai identitas. Jika labelnya adalah 'yang paling kecil' (Adek), maka ia merasa tidak perlu mandiri."

<rantlet> Sering kali kita gemas melihat anak usia sekolah masih minta dilayani bak bayi, padahal kitalah yang setiap hari menyuntikkan sugesti 'Adek yang lemah' ke telinga mereka. Jangan komplain anak manja jika kita sendiri yang enggan menyebut namanya. </rantlet>

Langkah Praktis: Mulailah memanggil nama lengkap atau nama panggilan baiknya. Nama adalah doa, sedangkan "Adek" hanyalah urutan kelahiran.