Saat Anak Berani Berbeda Tanpa Rasa Takut: Mengenali Konsep Dirinya Yang Melangit

Apa ciri anak dengan konsep diri yang sudah menguat? Salah satunya adalah ia tidak mudah digoyahkan hanya karena ada pendapat orang lain yang lebih "senior" darinya, selama ia memiliki data dan fakta versinya sendiri.

<tldr> Ringkasan: Anak dengan konsep diri kuat berpendapat berdasarkan data sensorinya sendiri. Tugas orang tua adalah memberikan ruang eksplorasi untuk hal-hal selera/opini, namun tetap memberikan panduan tegas untuk hal-hal prinsipil (agama dan etika). </tldr>

Ciri Konsep Diri Kuat pada Afina:

  1. Berani Bicara: Ia mampu menyampaikan apa yang ada di kepalanya tanpa rasa takut pada otoritas (Manda Anis).
  2. Otentik: Pendapatnya murni berdasarkan apa yang ia rasakan, bukan sekadar ikut-ikutan atau ingin menyenangkan orang lain.
  3. Konsisten: Ia tetap pada pendiriannya saat diyakinkan berulang kali, karena ia percaya pada indera pengecapannya sendiri.

Anda: "Apakah berarti semua hal boleh didebat oleh anak? Di mana batasannya?"

Saya: "Tentu ada batasannya. Untuk masalah keseharian seperti rasa makanan, warna baju, atau hobi, berikan kemerdekaan penuh. Namun, untuk masalah prinsipil seperti Rukun Iman, Rukun Islam, dan adab, kita harus meluruskan dengan keyakinan keluarga. Di luar itu, biarkan mereka mengeksplorasi dunianya."

Langkah Praktis Aybun:

  • Dengarkan sampai tuntas: Jangan langsung menyanggah saat anak punya selera berbeda.
  • Hormati Data Sensorinya: Jika ia bilang kedinginan sementara Anda merasa gerah, jangan bilang "Ah, nggak mungkin, ini panas kok!". Katakan, "Oh, di kamu terasa dingin ya? Mau pakai jaket?"
  • Validasi Perasaan: Mengakui pendapat anak adalah bentuk cinta yang paling nyata.

Kesimpulan: Dunia ini relatif dalam hal rasa dan pemaknaan. Dengan tidak memaksakan pendapat, kita sedang mencetak generasi yang punya integritas. Seperti kata Henry Ford: "Jika Anda berpikir Anda bisa atau tidak bisa, Anda benar." Mari kita buat anak kita berpikir bahwa mereka "bisa" berpendapat dan dihargai.