Anak yang terbiasa dipanggil "Bos" akan mengalami pembengkakan ego yang tidak sehat. Baginya, keinginan adalah perintah.
Anda: "Apa dampak jangka pendeknya?" Saya: "Anak menjadi buta antara kebutuhan dan keinginan. Mari kita lihat ilustrasinya."
<contoh yang dapat dilewati> Anak yang dipanggil "Bos" akan menganggap semua orang adalah alat untuk memenuhi tujuannya. Di toko mainan, ia tidak akan peduli apakah Ayah punya uang atau tidak. Baginya, "Budak (Orang tua) harus menyediakan apa yang Bos mau." Ini adalah bibit karakter miskin empati. </contoh yang dapat dilewati>
Jika ini dibiarkan, anak akan tumbuh menjadi tiran kecil yang hanya memikirkan sudut pandang "Aku, Aku, dan Aku". Ia kehilangan kemampuan untuk merasakan kesulitan orang lain.